Selasa, 14 Oktober 2014

Kepribadian Part II

A.        ASPEK-ASPEK KEPRIBADIAN
1.         Motivasi
Yaitu kebutuhan psikologis yg telah memiliki corak atau arah yang ada dalam diri individu yang harus dipenuhi agar kehidupan kejiwaannya terpelihara, yaitu senantiasa berada dalam keadaan seimbang yg nyaman (homeostasis)

2.         Kapasitas
Yaitu karakteristik individu yang adjustif.
3.         Pengendalian
Yaitu proses yg dilakukan individu saat menggunakan kapasitasnya dan mengekang motivasi impulsifnya ke dalam saluran yg berguna bagi penyesuaian dirinya, yg diterima scr sosial.
B.        PENGENDALIAN





5 wujud pengendalian
-        Pengendalian berlebih atau overcontrol atau represi
-        Pengendalian lemah atau undercontrol atau overexpressiveness
-        Pengendalian tentatif (tentative control) atau cemas
-        Pengendalian terganggu, atau pengendalian yang inadequate
-        Pengendalian ideal, yaitu pengendalian yang melahirkan penyesuaian yang tepat.
C.        Teori-teori Kepribadian
1.         Ivan Pavlov & B.F Skinner (Behavioristik)
Teori Stimulus – Respons.
Untuk memahami kepribadian sso kita perlu menekankan pada pengalaman lingkungan dan perilaku sso yg tampak.
Kepribadian dapat dipelajari dan dapat diubah.
a.        Classical Conditioning
Tokoh : Ivan Pavlov
Bentuk belajar yang sederhana : individu pasif → tidak memunculkan perilaku baru.
Classical conditioning / respondent conditioning / pavlovian conditioning.
Classical conditioning → proses belajar dimana stimulus netral menjadi berhubungan dengan stimulus bermakna dan mampu memunculkan respon yang serupa.
Eksperimen Ivan P. Pavlov





















b.        Operant Conditioning
Tokoh : B.F Skinner (Amerika,1938).
Yaitu bentuk belajar dimana konsekuensi dari TL mengubah kemungkinan munculnya perilaku.
Lebih menekankan pada aktifitas organisme di lingkungan.
Operant → TL beroperasi di lingkungan dan sebaliknya.
Tahun 1930 → Skinner Box.





















2.         Sigmund Freud (Psikoanalisa)
Pendekatan psikoanalisa melihat bahwa kepribadian sebagian besar terdiri dari pemikiran-pemikiran tidak sadar.
Fenomena “gunung es / iceberg
Pengalaman kehidupan awal dengan orang tua mempengaruhi kepribadian seseorang.
a.        Struktur Kepribadian
Kepribadian terdiri atas 3 sistem utama :
1)        Id (Das Es)
Insting, aspek biologis kepribadian, sumber energi psikis
2)        Ego (Das Ich)
Aspek eksekutif kepribadian, kontrol kepribadian
3)        Superego (Das Ueber Ich)
Aspek sosial kepribadian, nilai-nilai tradisional, moral, cita-cita masyarakat
Perilaku merupakan hasil interaksi dari ketiga sistem tersebut.
b.        Perkembangan Kepribadian
1)        TAHAP ORAL (0 - 18 bulan)
Kepuasan bayi berpusat di mulut.
2)        TAHAP ANAL (18 - 36 bulan)
Kepuasan berpusat di anus dan sistem pembuangan.
3)        TAHAP PHALLIC (3 - 6 tahun)
Kepuasan berpusat di alat genital.
4)        TAHAP LATEN (6 tahun – pubertas)
Anak menekan minat seksual dan mengembangkan kemampuan sosial dan intelektual.
5)        TAHAP GENITAL (remaja dan dewasa)
Reproduksi
3.         Jean Piaget (Kognitif)
Piaget tertarik pada perubahan-perubahan kualitatif dari mental sejak lahir hingga dewasa.
Perubahan-perubahan ini dicapai melalui suatu tahapan dimana meskipun waktunya tidak sama namun urutannya selalu tetap.
a.      4 Aspek perkembangan kognitif
1)        KEMATANGAN
Yaitu pengembangan dari susunan syaraf.
2)        PENGALAMAN
Yaitu hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannya.
3)        TRANSMISI SOSIAL
Yaitu pengaruh-pengaruh yg diperoleh dalam hubungannya dgn lingkungan sosial, misalnya pengasuhan.
4)        EKUILIBRASI
Yaitu adanya kemampuan yg mengatur dalam diri anak agar ia selalu mampu mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri thd lingkungannya.
b.      Tahap-tahap Perkembangan
1)        Tahap 1       : Masa Sensori-motor (0-2 tahun)
Masa bayi mempergunakan sistem penginderaan dan aktivitas motorik untuk mengenal lingkungannya / objek-objek.
Contoh : Menyusui, melihat, refleks.
2)        Tahap 2 : Masa Pra-operasional (2-7 tahun)
Fungsi simbolik yaitu kemampuan untuk mewakilkan sst yg tidak ada baik scr nyata maupun abstrak.
Anak mampu mengurutkan benda, mengelompokkan, dan mengkonservasi angka dan isi.

3)        Tahap 3 : Masa Konkrit-operasional (7-11 thn)
Mencapai kemampuan untuk berpikir sistematik terhadap hal-hal atau obyek-obyek yg konkrit.
Mencapai kemampuan mengkonservasi.
4)        Tahap 4 : Masa Formal-operasional (11 tahun - dewasa)
Mencapai kemampuan untuk berpikir sistematik thd hal-hal yg abstrak dan hipotesis.
4.         Erik H Erikson (Psikososial)
Psikososial : Tahapan kehidupan sso dari lahir sampai mati dibentuk dari pengaruh sosial yg berinteraksi dengan kedewasaan sso scr fisik dan psikologis. 
a.     Prinsip epigenetik.
b.        8 Tahap Perkembangan
-        TAHAP I          Basic trust vs basic mistrust
-        TAHAP II         Autonomy vs shame, doubt
-        TAHAP III       Initiative vs guilt
-        TAHAP IV       Industry vs inferiority
-        TAHAP VI       dentity vs identity confusion
-        TAHAP VI       Intimacy vs isolation
-        TAHAP VII      Generativity vs stagnation
-        TAHAP VIII    Integrity vs despair, disgust
c.         Tahapan berdasarkan Masa
-        TAHAP I – IV
Infancy – childhood
-        TAHAP V
Adolescence
-        TAHAP VI – VIII          
Adult

Oleh Dosen:
UNANDARI, Dra, Psi.
EKA SUSANTY, S.Psi., M.sI