Selasa, 20 Maret 2012

Varises

Varises adalah pelebaran Pembuluh Vena (B. Indonesianya Pembuluh Balik) di semua bagian tubuh terutama di bagian dalam kaki, betis, lengan, dan sekitar bagian genital. Diakibatkan karena kerusakan pada katup pembuluh Vena.
Berikut ini akan dipaparkan mengenai Varises.

Jenis Varises :
a. Spider Veins atau Spider Navy
    Menyerang ujung pembuluh Vena, letaknya paling dekat dengan permukaan kulit dan biasanya terlihat seperti Anyaman atau Spider Web. Umumnya terjadi di seluruh badan dan kaki, bisa juga menyerang wajah tapi kasusnya jarang.


b. Varises Kronis
    Menyerang pembuluh Vena yang bletaknya paling dalam. Bentuknya biasanya linear dan berwarna lebih gelap.
c. Varises dalam kulit
d. Recticular Varicose Veins
Gejala :
- Muncul guratan-guratan berwarna biru keunguan, bisa juga warnanya lebih gelap jika sudah parah.
- Terasa nyeri, pegal, gatal
- Jika di kaki; mudah lelah, terasa berat, bengkak, kram, dan bisa juga mati rasa.
Penyebabnya :
- Faktor Keturunan
  Jika dalam keluarga memiliki riwayat mendeita Varises, maka di keturunan selanjutnya pun akan mengalami hal serupa. Sebab, sudah ada kelainan bentuk pada pembuluh Vena dan akan semakin parah bila diimbangi dengan kebiasaan yang membuat kerja pembuluh Vena menjadi lebih berat.
- Obesitas
   Berat badan berlebih menyebabkan kaki harus menahan tubuh ekstra keras, akibatnya kerja pembuluh Vena menjadi lebih berat.
- Terlalu Lama Berdiri
  Ketegangan otot bisa terjadi karena terlalu lama berdiri, akibatnya peredaran darah di kaki menjadi kurang lancar. Selain tiu, gaya gravitasi menyebabkan darah cenderung turun ke bawah.
- Faktor Hormonal
  Tidak stabilnya hormon yang terjadi pada masa pubertas, kehamilan dan menopause menjadi penyebab tidak langsung timbulnya Varises. Ini dapat berpengaruh pada katup-katup dan dinding pembuluh Vena. Khusus ibu hamil, selain karena perubahan hormonal, juga karena beban di kandungan dapat menekan pembuluh Vena.
- Merokok dan Alkohol
  Merokok dan minuman Alkohol membuat daya pompa pembuluh Vena menjadi berkurang.
Cara Pengobatannya :
- Medical Stocking
  Stoking jenis ini dirancang khusus untuk menguatkan daya pompa pembuluh darah agar risiko darah tertahan berkurang. Lama penggunaan stoking ini bergantung tingkat keparahan Varises yang dialami.
- Sclerotherapy
  Adalah dengan menyuntikkan Sclerotic Agent pada bagian yang terkena Varises. Tujuannya untuk membuntu dinding pembuluh Vena dan mengalihkan aliran darah pada pembuluh Vena yang lain. Tapi penyuntikkan tidak boleh lebih dari 6 tempat, agar pembuluh darah yang normal yang lain kerjanya tidak terlalu berat. Ini untuk menghindari timbulnya verises baru.
- Bedah Laser
  Dilakukan dengan menembakkan laser langsung pada bagian yang terkena Varises. Laser ini lebih akurat ketimbang sclerotic, karena bisa mencapai pembuluh yang terkena Varises tanpa merusak jaringan lainnya. Teknik ini biasanya hanya dilakukan pada varises ringan.
- Endovenus Laser Treatment (ELV)
  Dilakukan dengan bantuan Ultrasonografi untuk melihat bagian pembuluh Vena yang melebar. Setelah itu dimasukkan Fiber kedalam pembuluh Vena tersebut dan dengan Fiber itu dapat ditentukan titik-titik yang perlu untuk ditembak dengan laser. Cara ini hampir sama dengan Bedah Laser, tapi ELV lebih akurat dalam menentukan bagian pembuluh Vena yang perlu ditembaki sehingga mengurangi keselahan.
Cara pencegahannya :
- Melatih Kekuatan Kaki
  Seperti jalan, lari, berenang, bersepeda, dan lain-lain. Hal ini akan membantu pembuluh Vena memompa darah ke jantung akan lebih lancar.
- Kurangi Duduk Menyilangkan Kaki
  Karena dapat menghambat kelancaran peredaran darah dan dapat menyebabkan darah tertahan lalu terjadilah Varises.
- Jaga Berat Badan
  Karena dapat mengurangi beban kaki dalam menopang tubuh, sehingga pembuluh Vena tidak terlalu berat untuk memompa darah ke jantung.
- Diet Rendah Garam
  Garam dapat membuat darah lebih kental, hal itu akan memperberat kerja pembuluh Vena.